Suku Samawa lahir bersamaan dengan adat istiadat mengandung keunikan dalam bentuk maupun prosesinya. Berterima kasihlah pada nenek moyang kita dahulu yang telah mewariskan harta yang bernilai tinggi. Karena suatu adat istiadat merupakan identitas yang membedakan satu daerah dengan daerah yang lainnya.

Dan kita sebagai generasi baru memiliki tanggungjawab untuk melestarikan, dan mempertahankan apa yang nenek moyang kita wariskan. Salah satu upaya untuk melestarikan adalah dengan mendirikan sebuah sanggar, wadah untuk belajar adat istiadat, seni, dan budaya suku samawa dan berkreasi. Upaya inilah berusaha dilakukan oleh Karang Taruna Puri Praga Desa Goa.

Taruna Dedara Desa Goa merasa harus adanya upaya untuk melestarikan adat istiadat yang kita miliki. Sehingga, didirikanlah sebuah sanggar. Sanggar ini mengajak anak-anak dan pemuda-pemudi Desa Goa untuk bergabung dalam sanggar dan bersama-sama membangun kreatifitas. Sanggar ini baru saja berdiri lima bulan yang lalu.

Dan seni yang dikembangkan diantaranya: Tarian, Begentao, Rateb rebana, Gong Genang dan Musik. Meski sanggar ini baru saja didirikan tetapi, tidak memudarkan semangat untuk melaksanakan sebuah pentas seni sebagai bentuk dari evaluasi sanggar. Pentas seni ini selain bentuk dari evaluasi juga sebagai bentuk hiburan yang disuguhkan kepada masyarakat Desa Goa.

Dan pada sabtu malam 23 Desember 2017 pentas seni ini sudah terlaksana dengan sukses dan mendapat apresiasi yang sangat baik dari masyarakat Desa Goa dan pemerintah desa. Hal ini pula yang digunakan sebagai pemicu Karang Taruna Puri Praga Desa Goa untuk semakin giat dalam mengembangkan kreatifitas dan memunculkan karya selanjutnya.

Kritik dan Saran

Atas nama pemerintah desa Goa, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari segenap warga desa Goa, demi kemajuan desa kita, dan peningkatan layanan pemerintah desa Goa.

2 + 14 =